Lewati ke konten utama (Skip to content)
Pusat Referensi Independen: Situs arsip & pengetahuan K3 serta Sertifikasi BNSP. Bukan situs resmi pemerintah / BNSP / Kemnaker.
Pedoman & Kebijakan•Data Terverifikasi Regulasi
Tingkat Risiko: CRITICAL•Tipe: MEKANIK

Tertabrak atau Tergilas Alat Berat Bergerak — Kasus Analisis Risiko 10

Ringkasan Bahaya: Analisis risiko bahaya industri untuk Tertabrak atau Tergilas Alat Berat Bergerak — Kasus Analisis Risiko 10. Menjelaskan faktor pemicu kecelakaan, dampak fisiologis/struktural, dan prosedur pencegahan sistematis.

1. Deskripsi & Karakteristik Bahaya

Analisis risiko bahaya industri untuk Tertabrak atau Tergilas Alat Berat Bergerak — Kasus Analisis Risiko 10. Menjelaskan faktor pemicu kecelakaan, dampak fisiologis/struktural, dan prosedur pencegahan sistematis.

2. Faktor Penyebab & Konsekuensi Dampak

Faktor Penyebab Utama

Kelalaian inspeksi alat, ketiadaan izin kerja SIKA, pelepasan energi tiba-tiba, dan pelanggaran SOP.

Konsekuensi & Cedera

Kematian (fatalitas), cacat permanen, kerusakan properti parah, dan penghentian operasional pabrik.

3. Penilaian Risiko HIRADC

Matriks 5x5 Tingkat Risiko Tinggi / Kritis — Memerlukan pengendalian teknis wajib sebelum pekerjaan dimulai.

4. Hierarki Tindakan Pengendalian

Hierarki Pengendalian Bahaya K3 (Hierarchy of Controls)

1. Eliminasi (Elimination)

Menghilangkan sumber bahaya secara fisik dan total.

Paling Efektif
2. Substitusi (Substitution)

Mengganti peralatan, bahan, atau metode dengan alternatif yang lebih aman.

Sangat Efektif
3. Rekayasa Teknik (Engineering Controls)

Mengisolasi pekerja dari bahaya melalui proteksi fisik/mesin.

Efektivitas Sedang
4. Pengendalian Administratif (Administrative Controls)

Mengubah cara orang bekerja (SOP, JSA, izin kerja, rotasi kerja, pelatihan).

Efektivitas Rendah
5. Alat Pelindung Diri (PPE)

Melindungi pekerja dengan perlengkapan pelindung pribadi sebagai pertahanan terakhir.

Pertahanan Terakhir
1. Eliminasi bahaya; 2. Substitusi bahan; 3. Rekayasa engineering barricade/interlock; 4. SIKA & briefing; 5. APD wajib.

5. Prosedur & Praktik Kerja Aman (SOP)

Pemeriksaan pra-operasi, izin kerja tertulis, toolbox meeting 5 menit, dan penggunaan APD berstandar SNI.

6. Tindakan Tanggap Darurat

Protokol Penyelamatan Darurat: Hentikan pekerjaan seketika, bunyikan alarm darurat, evakuasi ke titik kumpul, dan hubungi tim medis/rescue P3K.