Full Body Harness (Tali Tubuh Pencegah Jatuh)
1. Definisi & Fungsi Perlindungan
Mendistribusikan gaya hentakan kinetik saat terjadi jatuh bebas ke bagian tubuh yang paling kuat (pangkal paha, panggul, dada, dan bahu) serta mempertahankan posisi tubuh pekerja tetap tegak vertikal saat tergantung menunggu evakuasi.
2. Standar Kelayakan & Varian Jenis
Peralatan ini harus memenuhi sertifikasi kelayakan standar: SNI 04-7061-2004 / EN 361 / ANSI Z359.11 dengan kapasitas berat kerja nominal hingga 140 kg termasuk perkakas..
3. Panduan Pemilihan APD yang Tepat
Pilih model dengan bantalan empuk di bahu dan pinggang untuk pekerjaan berdurasi panjang pada ketinggian. Pastikan gesper terbuat dari baja tempa anti-karat dengan sistem quick-connect berkunci ganda.
4. Petunjuk Pemasangan & Penggunaan yang Benar
Pegang D-ring belakang dan goyangkan harness agar webbing lurus. Masukkan lengan seperti memakai rompi, kunci gesper dada pada pertengahan dada, lalu kencangkan tali paha hingga rata—kira-kira pas disisipi satu telapak tangan datar.
5. Checklist Inspeksi Harian & Perawatan
Checklist Inspeksi Pra-Pakai
Cek seluruh anyaman webbing terhadap tanda hangus, lelehan kimia, benang jahitan kontras yang terputus, atau robekan tepi. Periksa D-ring logam terhadap karat, retakan, atau distorsi bentuk. Pastikan jahitan indikator jatuh tidak terlepas.
Penyimpanan & Perawatan
Gantung harness di ruang berventilasi baik, kering, dan bebas uap asam baterai. Bersihkan kotoran lumpur dengan spons basah dan sabun lembut tanpa bahan kimia pemutih.
6. Batasan Perlindungan (Limitations)
Artikel & Pengetahuan Terkait
Relasi Pengetahuan OtomatisJatuh dari Ketinggian (Fall from Height)
Tipe: MEKANIK
HIRADC (Hazard Identification, Risk Assessment and Determining Control)
Metodologi komprehensif Hazard Identification, Risk Assessment, and Determining Control (HIRADC) sebagai fondasi utama penerapan SMK3 sesuai PP No. 50 Tahun 2012 dan standar ISO 45001:2018.